by

Ihsanudin Minta Pemerintah Selesaikan Konversi Lahan Bekas Proyek TIR di Karawang

-Lainnya-216 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Partai Gerindra, Ihsanudin menyebut petani plasma Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Karawang, berharap pemerintah segera merealisasikan konversi lahan bekas proyek Tambak Inti Rakyat (TIR).

Pasalnya, kata dia, sejak proyek TIR dibangun 1984 hingga pertengahan tahun 2020, petani plasma tidak mendapatkan haknya dari pemerintah berupa konversi lahan tambah dan perumahan petani.

Ironisnya, lanjut dia, hubungan kemitraan antara petani tambak dengan perusahaan penyandang dana yang terjalin hampir 36 tahun itu pun belum mampu dioptimalkan.

Padahal, dia menegaskan, kemitraan itu bisa meningkatkan perekonomian rakyat, menyerap lapangan kerja, menghasilkan devisa negara dari ekspor non migas, serta pemerataan segi pembangunan.

“Hubungan antara inti dan plasma adalah hubungan kemitraan yang adil dan saling menguntungkan seperti tercantum dalam Kepres (Keputusan Presiden) nomor 18 tahun 1984,” kata Ihsanudin, Selasa (21/7/2020) di Karawang.

Awalnya, dia menuturkan, petani plasma Karawang ini dijanjikan akan mendapat hak konversi lahan dengan cara kredit. Nyatanya, tidak mendapat hak konversi lahan sejak TIR operasional tahun 1986.

“Kehidupan petani plasma semakin terpuruk dengan dilanggarnya berbagai aturan mengenai bonus produksi, tingkat penghasilan yang rendah, serta hak konversi lahan yang tidak jelas. Sehingga tekanan kebutuhan hidup semakin berat dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok,” tutur Ihsanudin.

Petani plasma Karawang juga sudah melakukan berbagai upaya menuntut haknya. Namun bukan kepastian yang petani plasma dapatkan, malah berbagai tekanan dan intimidasi tanpa kepastian.

“Proyek TIR dibangun di atas lahan seluas 350 hektar, di atasnya dibangun tambak plasma seluas 200 hektar, dan tambak inti seluas 50 hektar. Proyek TIR juga dilengkapi sarana perumahan, kantor, pabrik dan sarana lain seluas 100 hektar, termasuk 200 unit rumah plasma dan 50 unit rumah inti,” papar Ihsanudin.

Oleh karenanya, Ihsanudin mengaku akan memperjuangkan aspirasi petani plasma Karawang itu ke pemerintah pusat agar segera direalisasikan.

Dokumen proyek TIR waktu pertama kali dibangun pun sudah disiapkan Ihsanudin sebagai bahan pengajuan konversi lahan untuk petani plasma kepada pemerintah.

“Jangan kebiri petani plasma Karawang. Kami meminta kepada pemerintah untuk merealisasikan hak-hak mereka (petani plasama) yang telah dijanjikan,” tandas Ihsanudin. (vzay)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed