by

Darurat Pendidikan, Komisi X Minta Belajar di Sekolah Dengan Tatap Muka

Karawang, Kabarsebelas.com – Menghadapi New Normal atau adaptasi kebiasaan baru, untuk mengatasi darurat pendidikan, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda setuju untuk memperbolehkan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka.

Pasalnya, pembelajaran jarak jauh dianggapnya tidak efektif. Bahkan ia kaget ketika di Karawang yang notabene Deket dengan ibu kota untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) itu hanya 30 persen yang melaksanakannya.

“Saya kaget juga, di Karawang PJJ hanya 30 persen yang bisa ikut padahal di Karawnag yang tidak 100 kilo dari Jakarta,”ujar Syaiful Huda, usai menghadiri Workshop Pendidikan dengan ratusan kepala sekolah di Karawang, Senin (10/8/2020) di Hotel Akshaya, Karawang.

“Saya berkali kali menyampaikan kepada kemedikbud harus ambil inisiatif inisiatif, tidak bisa pembiayaan sepenuhnya hanya melalui relaksasi dana bos jadi harus ada skema lain di luar itu,”timpalnya.

Intinya ia setuju kalau di zona kuning untuk dilakukan pembelajaran jarak jauh namun, harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

“Tadi semua kepala sekolah setuju, untuk sekolah dilakukan tatap muka,”katanya

Sementara itu Wakil Bupati Kabupaten Karawang Ahmad Zamakhsyari memperbolehkan sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Sebagai langkah awal, dirinya meminta Dinas Pendidikan untuk meminta rincian tertulis mana saja yang masuk dalam zona kepada tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

“Saya kira harus siap saya sudah perintahkan dinas pendidikan untuk segera meminta rincian tertulis kepada tim gugus covid sebenarnya wilayah mana saja yang masuk zona biru, hijau, kuning dan hitam. Sebagai langkah awal,” katanya.

Dikatakannya, dalam hal ini harus jelas ketika suatu wilayah disebut zona biru, zona hijau, zona kuning dan zona hitam. Karena menurutnya saat ini sebagian wilayah sudah mulai menerapkan New Normal.

“Harus jelas jika suatu daerah disebut zona kuning apa alasannya dan hitam apa alasannya. Jangan sampai ada politisasi atas nama covid ini karena semua sudah mengarah kepada New Normal semua,”ujarnya.

Pria yang akrab disapa Jimmy ini mengungkapkan, Kabupaten Karawang sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka. Dengan syarat guru dan murid dalam kondisi sehat dan bebas dari Covid-19.

“Yang penting gurunya sehat dan muridnya sehat. Kalau gurunya merasa sakit jangan mengajar, kalau muridnya sakit jangan sekolah. Sudah waktunya belajar tatap muka. Yang penting putuskan dulu mana zona hitam jangan corona satu satau kecamatan disebut zona hitam, itu ga fair. Harus jelas parameternya,”katanya.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed