by

Soal Pilwabup Kab. Bekasi, Ketua DPRD, dan Panlih Kembali di Panggil Kemendagri

-Politik-1,505 views

Bekasi, Kabarsebelas.com – Polemik pasca pemilihan wakil bupati kabupaten Bekasi sisa masa jabatan 2017-2022 masih terus berlanjut. Hari ini Kamis (13/8/2020) informasi yang di himpun Redaksi Kabarsebelas.com, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Sekretariat Jendral Muhammad Hudori, M.Si kembali Memanggil Ketua DPRD dan Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Bupati Bekasi, Bupati Bekasi, dan Sekda Jabar, melalui surat pemanggilan 080/4575/SJ tertanggal 11 Agustus 2020.

Pemanggilan Ketua DPRD, Bupati, Panlih dan Sekda Jabar oleh Kemendagri dibenarkan oleh Soleman Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

“Ia bahwa hari ini ketua DPRD dan Panlih di panggil oleh kemendagri terkait pembahasan permasalahan pemilihan wakil bupati sisa masa jabatan 2017- 2022,” Ujar Soleman selaku wakil ketua DPRD kabupaten Bekasi, Rabu (12/8/2020) malam.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) kabupaten Bekasi G ANWAR AS mengatakan bahwa, keberadaan Panlih ketika hadir dalam acara undangan pemanggilan Kementrian Dalam Negeri, itu berarti Panlih mengakui bahwa pemilihan wakil bupati di ulang, hal tersebut dikarenakan pada saat ini Panlih sudah tidak ada setelah dilakukan pemilihan wakil bupati beberapa bulan lalu.

“Logikanya klo Panlih datang berati Panlih mengiyakan, bahwa pemilihan ulang harus di laksanakan, seharusnya menurut hemat saya bahwa Panlih tidak usah datang, karena kemendagri memanggil Panlih bukan ex Panlih, kan tugas Panlih udah selesai setelah pemilihan !,” kata Anwar

Lebih jauh menurut lelaki berkaca mata ini mengatakan bahwa jika Panlih memaksa datang berati panlih patut di duga menggunakan anggaran negara, karena pastinya kedatangan mereka pake surat jalan dan ada biaya perjalanan selama menuju kantor Kemendagri.

“Apa bila Panlih tetap datang berati panlih patut di duga menyalahgunakan anggaran, karena tugas Panlih udah berakhir, kecuali Panlih datang tidak menggunakan SPD atau tidak pakai biaya operasional dari negara,”tutup Anwar yang saat ini menjabat sebagai ketua yayasan Kepribadian Anak Bangsa.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed