by

Pupuk Urea Langka, Petani Ngadu Kepada Anggota DPRD Jabar

-Lainnya-225 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Para petani di Kabupaten Karawang mulai gelisah dengan langkanya pupuk urea di saat umur padi sudah mulai dilakukan pemupukan. Hampir semua kios penjual pupuk urea tidak ada yang jual dikarenakan stok pupuk kosong.

Hal tersebut dikeluhkan H. Atim petani asal Pakisjaya karena dirinya kesulitan mencari pupuk urea untuk memupuk tanaman padinya.

“Semua kios atau penjual pupuk kosong, kemana petani harus mengadu kalau seperti ini,”keluh H. Atim, Selasa (25/8/2020).

Mendengar keluhan petani soal langkanya pupuk di Karawang, delapan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Purwakarta – Karawang marah besar akibat langkanya pupuk. Pasalnya, Karawang merupakan daerah yang memiliki pupuk subsidi.

Delapan anggota DPRD Jawa Barat itu adalah Rahmat Hidayat Djati (F-PKB), Sri Rahayu Agustina (F-PG), Gina Fadila Swara (F-Gerindra-Persatuan), Ihsanudin (F-Gerindra-Persatuan), Sabil akbar (F-NasDem), Abdul Hadi Wijaya (F-PKS), Iis Turniasih (F-PDI Perjuangan), dan Toto Purwanto Sandi (F-PD).

“Di saat musim tanam para petani sangat membutuhkan pupuk, tapi justru terjadi kelangkaan,” ujar Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati.

Menurutnya, kelangkaan ini bukan terjadi kali ini saja, tapi selalu berulang setiap musim tanam. Oleh karenanya, dia meminta agar Gubernur Jawa Barat menindaklanjuti persoalan tersebut secara cepat.

“Hal ini selalu berulang. Kami mohon kepada semua pihak, terutama bapak Gubernur Jawa Barat ikut memperhatikan urusan penting ini,” pintanya.

Terlebih, Karawang sampai saat ini merupakan salah satu lumbung padi nasional dan lebih ironis, produsen pupuk subsidi juga ada di Kabupaten Karawang yakni BUMN PT Pupuk Kujang.

Abdul Hadi Wijaya, salah satu anggota DPRD dapil Karawang-Purwakarta menggaris bawahi bahwa tatakelola pertanian harus terus dibenahi dan dioptimalkan.

“Pertanian, kata Presiden Jokowi, adalah sektor perekonomian yang tetap alami pertumbuhan positif di era pandemi Covid 19 ini. Sudah sepantasnya Gubernur dan jajaran Perangkat Daerah serta BUMD lakukan langkah terobosan untuk lanjutkan tren positif ini. Misalnya, kita punya BUMD (Argo Jabar) yang bisa dioptimalkan peranannya, diantaranya untuk mengatasi masalah kebutuhan pertanian, mulai bibit, pupuk, insektisida dan yang lainnya,” tegas Abdul Hadi. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

News Feed