by

Penyelenggara Pemilu Diminta Serius Tangani Cellica-Aep yang Abaikan PKPU

-Politik-439 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Penyelenggara Pemilu diminta serius menangani perkara Bakal Calon Bupati-Wabup Karawang, Cellica Nurrachadiana-Aep Saepulloh pada saat mendaftar ke KPU, Jum’at (4/9/2020) lalu.

Pasalnya pada saat mendaftar ke KPU, pasangan Cellica-Aep diduga abaikan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 6 tahun 2020.

Sontak saja, di hari yang sama paslon tersebut pun langsung mendapat surat teguran dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) nomor 337/4450/OTDA.

“Apa yang dilakukan oleh Bupati atau Bacalon Kepala Daerah Karawang sampai mendapatkan surat dari Kemendagri harus dijadikan peringatan yang serius,” kata Praktisi Hukum, Gary Gagarin SH, MH, kepada awak media, Selasa (8/9/2020) di Karawang.

Terlebih, dia menejelaskan, sampai saat ini pemerintah pusat belum mencabut status Darurat Bencana Wabah Covid-19. Artinya, lanjut dia, semua aturan tentang wabah Covid-19 harus dilaksanakan.

“Artinya jika dalam hal ini Bupati tidak menerapkan protokol kesehatan dan cenderung mengabaikannya, maka sama saja Bupati melanggar peraturan perundang-undangan,” jelas Gary.

Dia pun sangat mengapresiasi teguran yang dilayangkan Kemendagri ke Bupati Cellica Nurrachadiana itu. Oleh sebab itu, dia mengharapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil segera memberikan sanksi tegas kepada Cellica Nurrachadiana.

“Apalagi di Karawang belum bebas covid, dan jumlahnya masih meningkat. Kita butuh pemimpin yang bisa komitmen terhadap suatu kebijakan yang bahkan dia buat sendiri,” ujar Gary.

Seyogyanya, ia mengatakan, seorang Bupati harus menjadi contoh baik bagi masyarakat Karawang di tengah wabah Covid-19 mengenai kebijakan yang dibuat terkait protokol kesehatan.

“Jika Bupati memberikan contoh yang baik, pasti masyarakat akan mengikuti. Tetapi jika tidak, kemungkinan akan berlaku sebaliknya,” kata Gary.

“Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi Bupati kedepannya, untuk lebih memperhatikan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan,” tambahnya.

Dia pun menyayangkan kinerja KPU dan Bawaslu yang tidak tegas mengantisipasi kerumunan massa saat pendaftaran bakal calon Bupati-Wabup Karawang, Cellica Nurrachadiana-Aep Saepulloh.

“Apalagi dalam PKPU nomor 6 tahun 2020 sudah diatur tentang Pilkada dalam kondisi bencana non alam pasal 49 ayat 3,” tandas Gary. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed