by

Ragara Langka Pupuk, Kantor Bupati Karawang Dua Kali di Demo Petani

-Lainnya-213 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Ragara langka pupuk urea, kantor Pemerintah Kabupaten Karawang dua kali di demo oleh petani di Karawang. Usai Serikat Petani Karawang (SEPETAK), kini giliran Serikat Tani Karawang (STAKAR) yang menggeruduk kantor Bupati Karawang, Jumat (25/9/2020).

Dalam orasinya, Ketua STAKAR, Deden Sopyan menyampaikan, hari ini petani Karawang menderita karena langkanya pupuk. Padahal kata ia produsen pupuk PT. Pupuk Kujang stok pupuk cukup untuk ketersediaan petani di Karawang, namun Bupati Karawang Cellica tidak bisa melakukan komunikasi dan koordinasi yang baik sehingga kelangkaan pupuk bersubsidi terus di biarkan terjadi tanpa solusi.

“Pemda Karawang tidak bisa memberikan jaminan kepastian kepada petani. Jika persoalan ini tidak kunjung selesai, maka dipastikan akan terjadi gagal panen tahun ini. Dan keberadaan kita di sini untuk menunjukan bahwa sedang terjadi kelangkaan pupuk di Karawang,” teriak Deden Sopyan, dalam orasinya.

Akibat langkanya pupuk bersubsidi, sambung Deden, hari ini para petani terpaksa membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang jauh lebih mahal. Tetapi faktanya, ketika musim panen tiba harga gabah selalu anjlok dan membuat petani merugi.

“Copot saja itu Kepala Dinas Pertanian yang tidak becus bekerja,” teriak Deden lagi.

Masih dalam orasinya, Deden juga sempat menyindir Bupati Cellica yang ‘mempolitisir’ bantuan pupuk dari PT Pupuk Kujang untuk petani Kecamatan Cibuaya di acara penyerahan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) pada Kamis lalu (17/9/2020).

“Ingat kemarin?, ternyata bupati membawa pupuk tanpa mekanisme pendistribusian,” sindir Deden.

“Sekali lagi Bupati Karawang tidak mampu memberikan kepastian pupuk kepada petani Karawang. Seandainya hari ini tidak dalam situasi pandemi covid-19, maka pasti di depan kantor pemda penuh dengan para petani (petani yang demonstrasi maksudnya, red),” timpal Deden.

Selain mengkritisi soal langkanya pupuk masa aksi yang tergabung dari STAKAR, Konfederasi Serikat Nusantara, Federasi Serikat Pekerja Karawang, hingga Pemuda Tani, juga menyuarakan soal in-konsistensi Pemkab Karawang tentang penegakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dan persoalan PHK sepihak di beberapa perusahaan.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed