by

Ihsanudin : Karawang Butuh Terobosan Atasi Pengangguran dan Kemiskinan

Karawang, Kabarsebelas.com – Kabupaten Karawang sebentar lagi akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Desember 2020. Dalam pesta demokrasi lima tahunan sekali Anggota DPRD Jawa Barat, Ihsanudin berharap kepada pemimpin Karawang kedepan agar memiliki terobosan untuk atasi pengangguran dan kemiskinan.

Menurut Ihsanudin, sangat ironi Karawang yang di kenal sebagai kota Industri, lumbung padi, kaya akan alamnya namun angka pengangguran dan kemiskinan masih sangat tinggi.

“Kabupaten Karawang punya APBD sekitar 4,7 triliun rupiah dan punya pabrik 1.586 PT, ironi sekali kalau sampai hari ini angka penganggurannya masih tinggi dan tingkat kesmiskinannya juga cukup tinggi,” ujar Ihsanudin, Anggota DPRD Jawa Barat dapil Karawang dan Purwakarta dari Fraksi Gerindra.

Ihsan mensinyalir sebelum wabah Covid-19 angka pengangguran di Kabupaten Karawang mencapai 180 ribuan. Belum lagi dengan banyaknya karyawan yang di PHK dan dirumahkan karena dampak covid-19 yang sampai hari ini terus bertambah.

Sebenarnya kata Ihsanudin, potensi industri yang ada di Karawang selama ini tidak dibarengi interest yang cukup dari pemimpinnya.

“Karenanya ia berharap pemerintahan Karawang kedepan harus lebih serius menangani masalah pengangguran dan kemiskinan yang masih tinggi,”katanya.

Kemudian kata Ihsan, dari tiga kontestan pasangan calon, ia sangat mengapresiasi visi misi pasangan calon bupati dan wakil Karawang Ahmad Zamakhsary dan Yusni Rinzani yang punya visi lebih jelas untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Karawang.

“Saya apresiasi konsepnya Kang Jimmy-Teh Yusni yang akan menyiapkan 30-50 miliar dari APBD untuk perusahaan dengan kewajiban mengadopsi semua lulusan sekolah di Kabupaten Karawang,”jelasnya.

Nantinya kata Ihsan, tiap perusahaan setahunnya mengambil lulusan sekolah asal Karawang, dimana satu perusahaan setahun cukup 30 orang anak. Jika dikalkulasikan 30 x 1.500 pabrik, satu tahun sudah 45 ribu anak tersalurkan.

Ihsanudin juga berpendapat daripada membuat BLK yang tak berfungsi mending anggaran itu diberikan kepada instruktur yang ada di pabrik-pabrik untuk mendidik dan mengambil lebih banyak tenaga kerja asal Kabupaten Karawang.

Lebih jauh Ihsan mengemukakan, masalah pengangguran dan kemiskinan harus menjadi perhatian semua pihak.

“Karena pengangguran merupakan kondisi yang memprihatinkan dan dapat membahayakan perekonomian, maka harus dilakukan pencegahan atau paling tidak mengurangi angka pengangguran yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan kerjasama pemerintah, lembaga terkait, pengusaha, instansi dan masyarakat,”tukasnya.(red)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 comments

News Feed