by

Ineu Purwadewi Tetap Bekerja Meski Dikarantina Dirumah Selama Tiga Hari

Bandung, Kabarsebelas.com – Meski sedang menjalani karantina selama tiga hari di rumah, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari tetap bekerja memonitoring bantuan sosial (bansos).

Ineu Purwadewi dikarantina di rumah, karena menunggu hasil tes Swab keluar. Pasalnya, staf satu kantornya ada yang dinyatakan positif terpapar virus Corona atau Covid-19.

“Alhamdulillah hasilnya negatif, tapi selama tiga hari saya rasa sangat lama sekali, dan yang paling kangen adalah memeluk anak-anak, saat karantina hanya bisa dadah-dadah dari kejauhan. Biasa setiap saat anak-anak berada di pelukan terutama si kecil yang baru berusia 3 tahun,” ungkap Ineu, Senin 9/11/2020.

Selama karantina Ineu mengaku terus menerus mengkonsumsi multivitamin, makanan bergizi dan berupaya gembira agar daya tahan tubuh tetap stabil dan kuat.

Karena ia yakin lemahnya daya tahan tubuh serta munculnya penyakit penyerta diantaranya diakibatkan oleh pikiran yang stres dan kurang berolah raga.

“Makanya ketika masa karantina saya tetap berupaya gembira, membaca dan menonton sesuatu yang menyenangkan, melakukan komunikasi jarak jauh dengan saudara, teman dan kerabat, berolah raga, beraktifitas melalui media dan memonitor setiap perkembangan yang terjadi terutama perkembangan Covid-19,”katanya.

Lanjutnya, ia sebenarnya optimis sejak dinyatakan harus melakukan karantina. Karena saat dikarantina ia tidak merasakan gejala apapun serta tidak melakukan kontak erat dengan pegawai yang terpapar, hanya saja berada pada satu kantor. Apa yang dilakukannya adalah sikap kehati-hatian.

“Khawatir terpapar kepada keluarga dan orang-orang sekitar, makanya saya lebih baik melakukan karantina sambil menunggu hasilnya waktu itu,”kata anggota DPRD Fraksi Perjuangan tersebut.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mengikuti aturan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak agar terhindar dari virus Corona.

“Wayahna we heula ayeuna mah ketika kita saling bertemu dan budaya yang biasa kita lakukan saling bersalaman, berpelukan sementara ini tidak kita lakukan dulu, tapi tentu tidak mengurangi nilai silaturahmi kita,” tukasnya.(red)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed