by

Tim Jimmy – Yusni Anggap Bawaslu Tidak Profesional Tangani Kasus Politik Uang

-Politik-321 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Tim gabungan kuasa hukum Pasangan calon nomor urut 03 Jimmy – Yusni nilai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Karawang tidak profesional dalam menangani kasus politik uang yang terjadi jelang pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang beberapa waktu lalu.

Bahkan Bawaslu terkesan nampak ragu ragu ragu menerima berkas temuan pelanggaran pilkada yang disodorkan oleh Tim Kuasa Hukum Paslon 03 (Jimmy – Yusni).

Menurut Ade Suhara Ketua Tim Gabungan Kuasa Hukum Paslon 03, berkas pelanggaran pilkada tersebut hanyalah tanda bukti bahwa pihaknya sudah bekerja maksimal sepanjang 15 hari sejak pelaporan dilakukan, untuk memenuhi permintaan Bawaslu agar pihaknya melengkapi sejumlah bukti – bukti yang menunjukan atau mengarah kepada adanya dugaan Money Politics atau politik uang yang dilakukan secara masif.

“Tentu ini membuat kami kecewa, dan kami anggap Bawaslu tidak profesional dan tidak memahami aturan – aturan yang ada,”ucap Ade Suhara, Kamis (17/12/2020).

Lanjut Ade, kekurangan data – data sudah dilengkapi sesuai permintaan oleh Bawaslu. Bahkan kata ia, berkas tersebut adalah hasil kerja keras Tim selama 15 hari dari mulai tanggal 8 Desember 2020 lalu.

“Bawaslu sendiri yang mengatakan pada saat melakukan klarisikasi, bahwa kita masih kekurangan bukti – bukti fisik berupa rekaman vidio, foto -foto dan surat pernyataan dari proses terjadinya dugaan pelanggaran Pemilu, Money Politics atau politik uang yang masif, hari ini kami lengkapi dan berikan,” jelas Ade.

Ia juga merasa heran dengan kinerja Bawaslu yang dinilai tidak objektif karena telah menghentikan kasus dugaan pelanggaran politik uang yang dilaporkan pihaknya beberapa waktu lalu.

“Dan kami juga datang kesini untuk melengkapi berkas yang saat itu diminta Bawaslu . Namun entah kenapa Bawaslu malah enggan menerima. Dengan alasan kasus sudah dihentikan,”paparnya.

“alasan dihentikan, yaitu bahwa laporan kita tidak memenuhi syarat atau tidak lengkap untuk dilakukan penyidikan dan penyelidikan, hal inilah kemudian mengapa kami ingin beraudiensi,” imbuh Ade.

Disoal langkah hukum selanjutnya yang akan ditempuh Paslon 03, ade mengungkapkan pihaknya akan merumuskan terlebih dahulu.

“Langkah selanjutnya, kita akan rumuskan lagi, untuk melanjutkan ketahap berikutanya seperti apa,”pungkas Ade.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Karawang, Kursin Kurniawan menuturkan dihentikannya pelaporan kasus dugaan money politics yang diduga dilakukan oleh tim paslon 02 ( Cellica Nurrachadianna dan Aep Saepulloh) di Pilkada Karawang lalu, merupakan hasil keputusan rapat tertinggi Sentra Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu) yakni rapat pleno.

Dimana dari rapat pleno ini diputuskan bahwa laporan tersebut tidak memenuhi unsur, sehingga harus dihentikan.

“rapat pleno adalah rapat tertinggi yang dilakukan Sentra Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu) yang beranggotakan yakni, Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan,” jelasnya.

Ditanya awak media, unsur – unsur apa saja yang tidak terpenuhi, Kursin justru malah menjawab bahwa hal tersebut bukanlah bagian dari tufoksi (tugas pokok dan fungsi) kerjanya.

Dirinya mengaku hanya menerima laporan saja bahwa kasus dugaan pelanggaran money politics tersebut tidak memenuhi unsur dan harus dihentikan.

“Ini bukan saya ya waktu itu (pada saat melakukan kajian), saya hanya menerima jika kasus tersebut tidak memenuhi unsur baik materil maupun formil dan harus dihentikan,” tandasnya menjelaskan.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kursin, mekanisme kerja Bawaslu adalah kolektif kolegial, sehingga tidak menjadi masalah jikapun dirinya tidak mengikuti kajian permasalahan tersebut di Gakumdu.

“Ya, yang terpenting kita sudah bekerja sesuai rule /aturannya,” kata Kursin.

Dan soal keragu- raguan pihaknya menerima berkas yang diberikan oleh tim kuasa hukum paslon 03 , Kursin menjelaskan karena Bawaslu tidak ingin hal tersebut kemudian dijadikan acuan. Pasalnya laporan tersebut sudah diputuskan untuk dihentikan.

“Kita lihat dulu, kalau sekedar cinderamata ya bolehlah kita terima, namun jangan sampai hal ini sebagai acuan,” tegasnya.

Ia pun mempersilahkan pihak kuasa hukum 03, melanjutkan laporan ke jenjang hukum yang lebih tinggi. Menurutnya hal itu justru lebih baik.

“Silahkan saja, itu lebih baik,” pungkasnya.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 comments

  1. I precisely needed to say thanks once more. I am not sure what I would have gone through in the absence of these hints shared by you on such a area. It had become a terrifying crisis in my opinion, but looking at this skilled fashion you solved the issue forced me to leap over contentment. I will be happy for this work and even pray you are aware of a great job you have been carrying out teaching the rest by way of a web site. More than likely you have never come across all of us.

  2. I?┬Žll immediately clutch your rss feed as I can’t in finding your email subscription link or newsletter service. Do you’ve any? Please allow me understand so that I could subscribe. Thanks.

  3. Good day! I know this is somewhat off topic but I was wondering which blog platform are you using for this site?

    I’m getting tired of WordPress because I’ve had problems with hackers
    and I’m looking at options for another platform. I would be awesome if you could point me in the direction of a
    good platform.

  4. I’ll immediately snatch your rss as I can’t in finding your e-mail subscription hyperlink or newsletter service. Do you’ve any? Please permit me recognize in order that I could subscribe. Thanks.

News Feed