by

Kesaksian Agung di Sidang Korupsi PDAM, Tidak Fair Kalau Hanya Novi yang Disangkakan, Kabag Keuangan Pasti Tau

Bandung, Kabarsebelas.com – Mantan Direktur Umum PDAM Tirta Tarum, Agung Wisnu Indrajati memberikan kesaksian dihadapan majelis hakim Pengadilan Tipidkor Bandung, Rabu 13/1/2021 terkait kasus korupsi utang PDAM Tirta Tarum Karawang ke PJT II Purwakarta.

Menurut Agung, ini penting perlu disampaikan pasalnya, karena pernyataan saksi ahli terkait post it yang disampaikan oleh saudari Novi (terdakwa) sebesar 2,8 Miliar itu tidak mecing versi saksi ahli karena auditnya 2015 sampai 2018. Agung pun mengerti apa yang ada dipikiran saksi ahli karena dapat penugasannya 2015 sampai 2018.

“Saya mantan Direktur Umum PDAM 2011, saya pelaku asli pak, saya tau persis karena modus penggunaan dana non budgeter yang berasal dari pengeluaran resmi PDAM yang kemudian di pake dan dipergunakan sementara itu jauh jauh hari, bahkan pada saat saya dan sebelum saya menjabat itu sudah terjadi,”jelas Agung.

Maksud Agung adalah, itu tidak adil ketika Novi memberikan data walaupun dari sisi akuntansi itu bukan merupakan bukti yang resmi.

“Karena ini pengeluaran non budgeter, otomatis post it itu bisa menjadi bukti pertanggungjawaban dia (Novi) sendiri sebagai kasubag kas atau pada saat saya menjabat dia itu sebagai kasir saja,”katanya.

Kemudian kata Agung, poin dalam hal ini adalah apa yang telah di sampaikan oleh Novi tentang post it yang 2,8 Miliar itu menurut Agung memang pertanggungjawaban yang sudah benar, sedangkan perkara audit sendiri dari 2015 sampai 2018 dan itu tidak fair kalau kemudian di pisahkan.

Karena kata Agung, satu hal lagi yang penting bahwa sebetulan ketika dirinya mendengarkan persidangan dari pagi sampai malam, selalu yang disampaikan dalam persidangan ini adalah PJT.

“Modus transaksi itu banyak sekali, transaksi yang menggunakan voucher yang di buat resmi oleh PDAM itu banyak sekali baik untuk pengeluaran BPJS, koperasi, pendor pendor lain semua di pake, nah pertanyaan kenapa yang muncul hanya PJT saja, karena nilai yang paling besar adalah PJT II, sehingga diakhir masa pemeriksaan itu dialihkan ke pengeluaran PJT,”terangnya.

“Menurut saya tidak fair kalau audit meng cut off kondisi ini, yang dimana perbuatan itu sendiri sudah terjadi sebelumnya,”timpalnya.

Kemudian yang terakhir kata Agung, dirinya tertap berprinsip dan yakin bahwa tidak ada anak buah yang salah, pimpinanlah yang salah

“Tidak mungkin yang namanya Kabag Keuangan tidak tau ada cek yang dicairkan di Bank, tidak tau mana yang di transfer dan mana yang di bawa ke kantor, dari kantor itu sudah komitmen dari direksi mana yang akan di transfer mana yang akan di pake, Kabag keuangan pasti tau,”tukasnya.

Kemudian saat diberikan kesempatan oleh majelis hakim, keberatan atau tidak dengan pernyataan para saksi, Novi pun merasa keberatan atas pernyataan saksi Wati, bahwa semua pengeluaran uang banyak yang Wati tidak tau.

“Sebenarnya banyak pengeluaran uang itu atas perintah Wati,”jelas Novi.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed