by

Kuasa Hukum Tatang Asmar Akan Melaporkan Kabag Keuangan PDAM Ke Kejaksaan

-Hukrim-307 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Alex Sapri Winando SH., MH Kuasa Hukum Tatang Asmar terdakwa kasus korupsi utang PDAM Tirta Tarum ke PJT II Purwakarta akan melaporkan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan PDAM ke Kejaksaan Negri Karawang karena dianggap telah merugikan cliennya.

Menurut Alex Sapri, pernyataan Himawan saksi ahli dari BPKP Jawa Barat saat memberikan kesaksiannya dihadapan majelis hakim pengadilan Tipidkor Bandung, bahwa yang menandatangi voucher itu adalah Kabag Keuangan PDAM. Namun, Wati mantan Kabag Keuangan PDAM Tirta Tarum ketika ditanya oleh majelis Hakim tidak mengaku menandatangi voucher tersebut.

Sementara keterangan saksi ahli di persidangan bahwa yang menandatangi voucher itu adalah Kabag Keuangan PDAM.

“Saya tetap berpegang teguh atas keterangan saksi ahli kenapa demiakin, sebelumnya ahli memeriksa dan mengintrogasi orang orang yang ada di PDAM. Kemudian dibeberkan didalam persidangan bahwa Kabag keuangan yang menandatangi voucher bukan Tatang,”Ujar Alex Sapri, kepada Kabarsebelas.com Kamis 14/1/2021.

Sebenarnya kata Alex, bahwa dari keterangan saksi Wati dan Beta mengatakan bahwa sejak tahun 2016 kewenangan Tatang Asmar di ambil alih oleh Direktur Utama Yogi Patriana Alsyah.

“Lalu pertanyaan kami ketika kewenangan Tatang Asmar di ambil alih oleh Yogi kenapa uang bisa di cairkan, seharusnya di dalam voucher itu di tandatangani oleh Dirum yaitu Tatang Asmar, ternyata yang tanda tangan itu Kabag Keuangan,”kata Alex

“Tatang Asmar tidak pernah menandatangani voucher namun di tanda tangani oleh Kabag Keuangan yang menjabat di tahun 2016 ataupun Kabag Keuangan yang menjabat tahun 2017,”jelas Alex setelah mendengar keterangan saksi ahli.

Kemudian Alex selaku kuasa hukum Tatang Asmar sangat optimis jika cliennya tidak bersalah. Karena didalam persidangan tidak ada satu buktipun yang menyudutkan Tatang Asmar.

“Sehingga kami berpikir Tatang Asmar tidak bersalah dan harus di bebaskan,”tegasnya.

Apalagi kata Alex, berdasarkan keterangan saksi ahli bahwa kerugian Negara atas kasus korupsi di PDAM tidak berkaitan dengan post it.

Bahkan saksi ahli juga mengatakan post it itu bukan merupakan bukti yang sah yang dijadikan bukti di persidangan.

“Jelas kami akan melakukan pembelaan, post it akan kami sampaikan dalam pledoy berdasarkan keterangan saksi ahli bahwa post it bukan jadi alat bukti yang sah,”tukasnya.(red)

 

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed