by

Dadan Cakades Pasirkaliki : Membangun Desa Harus Dari Kesadaran Bersama dan Gotong Royong

-Lainnya-201 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Maju sebagai calon Kepala Desa Pasirkaliki, Rawamerta, Karawang Dadan Suhendarsyah siap membangun tata kelola desa tempat kelahirannya.

Disampaikan Dadan, motivasi dirinya mencalonkan jadi kepala desa Pasirkaliki karena merasa greget melihat pembangunan di desa tempat ia tumbuh berkembang.

“Saya amati, dulu tidak ada yang namanya Dana Desa. Penghasilan desa hanya bersumber dari uang rutin dan sewa tanah bengkok. namun berhasil membangun gapura, menata jalan gang, menyeragamkan pagar rumah penduduk dan lampu penerangan, menorehkan prestasi olahraga dan kepemudaan, membuat koperasi (paguyuban) simpan pinjam PURNAMA, serta menangani keluhan petani dalam hal pengairan,”kata Dadan, kepada Kabarsebelas.com, Senin 18/1/2021.

Kemudian kata ia, soal ketersediaan anggaran baik itu dana desa, bantuan Provinsi atau dan ADD, bukan salah satu faktor dalam kemajuan desa.

“Ada plus minus-nya saat negara menyediakan subsidi, bantuan, dana stimulan, atau apapun istilahnya untuk desa atau masyarakat. Anggaran merupakan penunjang, sedangkan faktor utamanya adalah membangun mental masyarakat,”katanya.

“Kita harus jujur mengakui, bahwa dalam beberapa dekade belakangan ini, kesadaran warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan merawat hasil-hasil pembangunan sudah mulai tergerus. Kebiasaan gotong royong masyarakat seakan menjadi barang mahal. Tidak ada lagi gerakan kalang gumarang (menangkap tikus) yang melibatkan semua warga, tidak hanya pemilik sawah. Tidak ada lagi kerja bhakti membenahi saluran irigasi, hilang sudah solidaritas antar penduduk dalam bentuk BERAS PERELEK,”timpalnya.

Sambung Dadan, sepertinya semuanya sedang memperlihatkan bahwa pembangunan itu merupakan kepentingan pemerintah semata, tidak membuka akses dan partisipasi masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan.

“Memang zamannya sudah berbeda, tapi alangkah berbudayanya jika nilai-nilai positif masa lalu tetap dipertahankan dan dilestarikan. Sebab gotong royong-lah yang menjadi pembeda dan kelebihan masyarakat desa dibanding kota atau daerah urban,”tegasnya.

Kemudian kata Dadan, menegaskan kembali soal nilai nilai positif masa lalu, terpilih ataupun tidak, atau bahkan mundur dari pencalonan, nilai-nilai optimisme harus tetap terpelihara dan terdistribusikan kepada banyak orang.

“Syukur-syukur pemikiran kita diterima. Jika tidak pun dan malah dianggap utopis (mimpi di siang bolong), jangan pernah memadamkan semangat kita untuk bergerak. Kepala desa adalah pemimpin. Setiap Pemimpin bukan berarti harus lebih pintar dan lebih tahu dari yang dipimpinnya. Tapi pemimpin itu omongannya harus bisa mempengaruhi masyarakat, mesti bisa membangun kesadaran, mampu menggerakkan dan mengorganising perangkat desa, berani mengambil resiko, peka terhadap persoalan rakyat, dan merasionalisasi setiap kebijakan,”jelasnya.

Terakhir ia menjelaskan soal budaya politik uang, jika saat ini banyak orang beranggapan bahwa money politic saat Pilpres, Pileg, dan Pilkada berakar dari budaya Pilkades, mari kita buktikan bahwa dari Pilkades pasirkaliki pembenahan budaya pemilihan langsung dimulai.

“Tinggalkan dan tanggalkan orientasi pilihan tergantung uang cendol. Saya menghargai proses, tidak terlalu dipusingkan dengan hasil akhir,”tukasnya.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 comments

  1. Hello! Someone in my Myspace group shared this website with us so I came
    to look it over. I’m definitely enjoying the information.
    I’m book-marking and will be tweeting this to my
    followers! Exceptional blog and brilliant design.

  2. Have you ever thought about writing an e-book or guest authoring on other
    websites? I have a blog based on the same subjects you discuss and
    would really like to have you share some stories/information. I know
    my audience would appreciate your work. If you’re even remotely interested, feel
    free to send me an email.

News Feed