by

Warga Desak DLHK Menangguhkan SKKLH PT. Astakonah Megatama

-Lainnya-96 views

Karawang, Kabarsebelas.com – Warga Poponcol, Kelurahan Karawang Kulon mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang untuk menangguhkan surat keterangan kelayakan lingkungan hidup (SKKLH) PT. Astakonah Megatama, karena diduga belum memiliki izin.

Hal itupun bukan hanya soal kegiatan diduga belum selesaikan izin namun proyek sudah dimulai, muncul persoalan baru yang berkaitan dengan lingkungan disinyalir akibat dari kegiatan proyek tersebut.

“Kami mendesak DLHK agar menangguhkan penerbitan SKKLH PT AM Karawang,” ujar Ketua Bina Taruna Poponcol Bersatu Iwan Abi usai hearing dengan Dinas DLHK, Senin (01/02).

“Belum juga apa-apa akibat dari kegiatan, semalam terjadi banjir, pasalnya saluran air disanah terkena perataan lahan proyek,” imbuhnya

Atas hal itu langkah selanjutnya Iwan akan kembali mendatangi Satpol PP Karawang, untuk mendesak agar kegiatan diberhentikan sementara, sampai izin selesai.

“Selanjutnya kita masyarakat Poponcol akan datangi Pol PP untuk mendesak diberhentikannya kegiatan yang dilakukan PT AM,” tandasnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLHK Kabupaten Karawang Muhana merespon aduan masyarakat Poponcol, soal kegiatan PT. Astakonah Megatama, ia membenarkan bahwa proses Analisis Dampak Lingkungan (Andal, RPL dan RPL) perusahan tersebut belum rampung.

“Iya kami sudah menerima aduan dari masyarakat Poponcol, mang sebelnya kita sudah melakukan pebahasan Andal untuk kegiatan PT Astakonah Megatama, namun masih banyak yang menyangkut persoalan teknis sampai sosial yang harus diselesaikan AM,” ungkap Mohana.

Respon DLHK atas adanya aduan masyarakat, Mohana akan memanggil PT Astakonah Megatama dalam rangka menyelesaikan persoalan sosial dengan masyarakat.

“Dalam waktu dekat kita akan undang pihak PT. Astakonah Megatama, meminta penjelasan serta tanggungjawab atas terjadinya hal yang menjadi aduan masyarakat Poponcol,”tandasnya.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed