by

Penyebaran Covid-19 di Asrama SMA Santu Klaus Semakin Meluas

Ruteng, Kabarsebelas.com – Penyebaran covid-19 di SMA Santu Klaus semakin meluas. Tak hanya 23 orang Siswa-siswi, kini bertambah 1 orang Pembina Asrama dan 1 orang Guru SMA Santu Klaus, Kuwu Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Bahkan, 4 orang yang berada di luar Sekolah pun dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Diagnostik Test Antigen (RDT-Ag).

Hal ini disampaikan Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Ludovikus Moa melalui sambungan siaran pers yang diterima Kabarsebelas.com, Sabtu (13/02/2021).

Moa mengatakan bahwa pada hari Rabu tanggal 10 Februari 2021 lalu pihaknya mendapat laporan dari Sekretaris Desa Timung, Kecamatan Wae Ri’i bahwa ada 3 orang Siswa-siswi SMA Sankla Kuwu yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mengikuti pemeriksaan RDT-Ag di tempat praktek Dokter swasta beberapa hari lalu.

“Saat itu juga Sekretaris Desa langsung berkordinasi dengan Puskesmas Timung agar 3 orang Siswa-siswi yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu mendapat perawatan dari Tim Medis” kata Moa.

Selain mendapat laporan dari Timung, kata Dia, pihaknya juga menerima laporan yang sama dari Puskesmas Wae Kajong, Kecamatan Reok Barat bahwa ada 1 orang Siswa-siswi SMA Sankla Kuwu yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“1 orang itu terlanjur pulang ke Rumah orang tuanya di Kajong saat hasil RDT-Ag nya dinyatakan positif” ujar Moa.

Tim Medis Puskesmas Wae Kajong pun langsung mengunjungi Rumah 1 orang Siswa itu untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa sebanyak 23 orang Siswa-siswi penghuni Asrama Santu Klaus Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan Rapid Diagnostik Test Antigen (RDT-Ag).

Informasi ini juga disampaikan Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Ludovikus Moa melalui siaran pers yang diterima Wartawan, Jumat (12/02/2021).

Dalam siaran pers itu Moa menjelaskan informasi terkait ke 23 orang Siswa-siswi penghuni Asrama SMA St Klaus Kuwu yang positif Covid-19 itu berawal dari laporan Pembina Asrama yang menerangkan bahwa ada beberapa Siswa-siswi mengalami gejala batuk, demam, flu dan hilang indera penciuman.

Informasi tersebut, kata Moa, diteruskan lagi oleh Pembina Asrama ke Kepala Sekolah dan pihak Yayasan.

Setelah menerima laporan itu, katanya lagi, pihak Sekolah dan pihak Yayasan pun berinisiatif memanggil Tim Medis Rumah Sakit St. Rafael Cancar dan Puskesmas Waembeleng untuk melakukan RDT-Ag terhadap Siswa-siswi Penghuni Asrama yang mengalami gejala itu. Alhasil 23 orang dinyatakan positif.

Tak hanya 23 orang, 1 orang Pembina Asrama dan 1 orang Guru juga ikut terkonfirmasi positif berdasarkan pemeriksaan RDT-Ag itu. Dengan demikian total menjadi 25 orang.

Moa pun menuturkan bahwa ke 25 orang itu langsung dikarantina terpusat di Asrama SMA St Klaus Kuwu sambil mendapat pengawasan Tim Medis Rumah Sakit St Rafael Cancar dan Puskesmas Waembeleng.

“Untuk sementara Mereka diisolasi terpusat di Asrama. Tetapi pergerakan Mereka tetap diawasi oleh Tim Medis” tutur Moa.

Untuk diketahui bahwa Siswa-siswi SMA St Klaus Kuwu yang berada di Asrama hanya Kelas 11 dan Kelas 12, sedangkan Kelas 10 sengaja dirumahkan untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Berto Davids)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

News Feed