by

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Kabupaten Manggarai NTT Tak Bisa Melaut

Ruteng, Kabarsebelas.com – Nelayan di Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tak bisa melaut akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu kurang lebih dua bulan terakhir.

Hujan deras dan angin kencang serta ombak di laut membuat para Nelayan memilih bertahan di darat untuk sementara waktu.

Pantauan kabarsebelas.com Minggu (14/02/2021) Nelayan yang berada di bantaran Sungai Waepesi, Kecamatan Reok hanya bisa menambatkan perahunya di pesisir Sungai sambil menunggu cuaca kembali bersahabat.

Saat tidak melaut Nelayan mengisi waktunya untuk merawat dan membersihkan perahu agar tidak rusak dihantam oleh hujan angin dan ombak.

Sirajudin, salah seorang Nelayan yang diwawancarai kabarsebelas.com mengatakan bahwa cuaca seperti ini perahu mereka tidak mampu menghadapi gelombang diatas dua meter. Jika dipaksakan maka sangat beresiko bagi keselamatan jiwa.

“Kami memilih untuk tidak melaut karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan apalagi kalau terjadi air pasang dan angin kencang” tutur Sirajudin.

Ia juga mengaku merugi karena hampir dua bulan terakhir ia tak merasa hasil dari jeri payahnya sebagai seorang Nelayan, pasalnya hingga saat ini cuaca di daerah itu belum bersahabat. Kendatipun dipaksakan, hasil yang didapat pun belum bisa memuaskan, sebab cuaca seperti ini membuat populasi ikan pun ikut berkurang.

“Serba salah. Kita mau paksa melaut juga hasilnya belum tentu maksimal. Yah sekarang kerjanya merawat perahu sambil menunggu cuaca baik” ungkapnya.

Hal senada pun dikatakan oleh Melu salah seorang Nelayan di pesisir Sungai Waepesi Reok. Ia mengatakan semenjak bulan Januari sampai bulan Februari dirinya memilih untuk tidak melaut lantaran cuaca ekstrem

Dia juga mengaku merugi, sebab pada musim hujan seperti ini jumlah tangkapan sedikit. Setiap kali melaut ia mengeluarkan biaya bahan bakar, rokok, kopi dan makanan yang tidak sedikit. Jika itu juga dilakukan pada musim hujan maka yang terjadi pasti tak memuaskan.

“Saya biasanya keluar pagi atau sore dan kembali ke darat sekitar dini hari. Jika cuaca normal bisa membawa tangkapan banyak tetapi jika cuaca seperti ini maka hasilnya pun sia-sia” Melu.

Melu juga mengaku bahwa untuk mengisi waktu kosong dirinya terpaksa merawat jala tangkapannya agar tetap bagus saat nantinya kembali melaut.(Berto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed