by

Kapal Bermuatan Sapi Ilegal Yang Diamankan di Bima Dipulangkan Lagi Ke Reok Manggarai

-Lainnya-698 views

Ruteng, kabarsebelas.com – Dua Kapal bermuatan Sapi ilegal dari Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT yang diamankan oleh TNI AL di Perairan Bonto Bima, NTB beberapa hari lalu akhirnya dipulangkan kembali.

Kapal bermuatan Sapi ilegal itu dipulangkan ke Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilayah Kerja Reok melalui Pelabuhan Kedindi, Kelurahan Wangkung pada Senin (15/02/2021).

Berdasarkan Berita Acara dan Surat Perintah Penolakan dari Kementerian Pertanian/Badan Karantina Pertanian bahwa Sapi ilegal yang diamankan oleh TNI AL di Perairan Bonto Bima itu diduga sudah menyalahi aturan.

Pertama, Sapi yang dikirim tidak memiliki surat-surat jual beli yang sah.

Kedua, pengiriman Sapi-sapi tersebut tidak memiliki rekomendasi pelepasan dari Dinas terkait.

Ketiga, tidak memiliki bukti angkutan dari Daerah asal.

Keempat, dalam pengiriman tersebut terdapat Sapi-sapi betina yang masih produktif

Kelima, tidak disertai sertifikat kesehatan dan sertifikat sanitasi

Keenam, tidak dilengkapi dokumen karantina hewan

Ketujuh, persyaratan dokumen karantina hewan tidak dapat dipenuhi dalam kurun waktu yang ditetapkan

Kedelapan, pengiriman hewan tersebut berasal dari daerah yang endemis penyakit tertentu

Kesembilan, pengiriman hewan tersebut berasal dari daerah penyakit hewan tertentu

Kesepuluh, sanitasi tidak baik, kemasan juga tidak utuh, terjadi perubahan sifat, terkonfirmasi membahayakan kesehatan

informasi yang dihimpun Kabarsebelas.com bahwa dua Kapal tersebut sebelumnya memuat Sapi sebanyak 92 ekor dan diamankan TNI AL di Perairan Bonto Bima pada waktu yang berbeda.

TNI AL awalnya mengamankan Kapal yang membawa 31 ekor Sapi pada Jumat (12/02/2021) sekitar Pukul 20.30 Wita. Setelah itu TNI AL mengamankan Kapal kedua yang membawa 61 ekor Sapi pada Sabtu (13/02/2021) sekitar Pukul 06.30 Wita.

Dari jumlah Sapi di Kapal pertama terdapat empat ekor Sapi jantan dan 27 ekor Sapi betina. Sedangkan pada Kapal kedua terdapat 21 ekor Sapi jantan dan 40 ekor Sapi betina

Informasi tambahan yang dihimpun Kabarsebelas.com bahwa 92 ekor Sapi tersebut hendak dibawa ke tiga pemilik, yakni SS, BL dan BH yang berdomisili di Bima NTB.

Sementara itu Penanggung Jawab Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilayah Kerja Reok, Dokter Ferry Dwi Indranata saat ditemui Kabarsebelas.com mengaku tidak mengetahui awal masuk dan keluarnya Sapi-sapi ilegal tersebut.

Ia mengatakan bahwa pengiriman Sapi ilegal tersebut tidak dilaporkan kepada petugas Karantina sebagai pintu masuk pelabuhan asal.

“Kami hanya terima informasi dari Bima bahwa ada pengiriman Sapi ilegal dari Manggarai. Kaget dengarnya” cetus Ferry.

Ferry juga mengaku bahwa fungsi pengawasan dan kewenangan Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilayah Kerja Reok hanya sebatas pada pintu pengeluaran yang telah ditetapkan, yakni pelabuhannya Kedindi. Selain itu bukan kewenangan Karantina.

Selain itu, kata Dia, pengiriman Sapi-sapi itu tidak disertai dokumen lengkap karena sama sekali tidak pernah diterima oleh Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilayah Kerja Reok. (Berto Davids)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed