by

Sapi Ilegal Dari Reok Manggarai Diduga Dikirim Melalui Pelabuhan Tikus

Ruteng, Kabarsebelas.com – Sapi ilegal dari Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT yang sempat diamankan oleh TNI AL dan BIN di Perairan Bonto Bima, NTB beberapa hari lalu diduga dikirim melalui Pelabuhan Tikus. Pasalnya, Syahbandar Reo tidak pernah mengizinkan Kapal atau barang ilegal tersebut dikirim melalui Pelabuhan Kedindi Reo.

Kepala Syahbandar Reo, Christofel Kinbenu saat ditemui Wartawan di Ruangan kerjanya mengaku bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk Kapal-kapal yang memuat barang ilegal apalagi Kapal pemuat Sapi ilegal yang sempat diamankan oleh TNI AL dan BIN di Perairan Bonto Bima itu.

Dirinya membantah jika ada pihak yang menduga Pelabuhan Kedindi Reo menjadi lubang masuk dan keluarnya barang ilegal alias Pelabuhan Tikus.

“Tidak.. tidak.. pengiriman Sapi ilegal itu tidak melalui Pelabuhan Kedindi Reo. Coba telusuri saja mungkin ada Pelabuhan Tikus yang mereka gunakan” tegas Kinbenu menampik tudingan, Selasa (16/2/2021).

Kinbenu menjelaskan bahwa Kantor Syahbandar Reo sudah memastikan semua hewan ternak yang diantarpulaukan lewat Pelabuhan Kedindi Reo telah dilakukan secara legal dan memenuhi prosedur yang berlaku.

“Semua hewan ternak yang diangkut dengan Kapal dari Pelabuhan Kedindi Reo tidak pernah dilakukan secara ilegal karena semua prosedur sudah Kita lewati” jelas Kinbenu.

Menurutnya, hewan ternak yang diantarpulaukan dari Pelabuhan Kedindi Reo menuju tempat lain dalam Wilayah NKRI sudah dilakukan secara sah sehingga Kapal pemuat Sapi ilegal yang akhir-akhir ini menjadi permasalahan bukan menjadi tanggung jawab Syahbandar Reo, sebab Kapal tersebut tidak pernah dilaporkan berangkat dari Pelabuhan Kedindi Reo.

Menyinggung lebih jauh Kinbenu menjelaskan bahwa prosedur yang perlu dilewati oleh para pemilik hewan jika ingin mengantarpulaukan hewannya harus mendapatkan izin berupa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Syahbandar setelah memenuhi keseluruhan syarat Clereance In Out.

Selain itu, tambahnya, para pemilik juga harus mengantongi izin atau bukti tertulis dari Karantina dan Pemerintah Kabupaten terkait kelayakan pengiriman hewan yang hendak diantarpulaukan itu.

“Jadi Kapal pemuat Sapi ilegal dan dugaan adanya Pelabuhan Tikus itu diluar pengawasan Kami, sebab Kapal itu tidak pernah Kami tahu tutupnya.

Hasil penelusuran Wartawan, Pelabuhan Tikus itu rupanya terletak di Nanga Nae, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.

Sampai saat ini Pelabuhan tersebut diduga menjadi lubang masuk dan keluarnya Sapi-sapi ilegal.

Sapi ilegal tersebut diduga sering kali lolos dari pengawasan Bea Cukai dan pengawasan pihak berwenang. Bahkan masuk dan keluarnya Sapi-sapi ilegal tersebut diselundupkan melalui Pelabuhan itu. (Berto Davids)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed