by

Sapi Ilegal Yang Hendak Dipulangkan Ke Reok Malah Terdampar di Dermaga Tui Wera

Ruteng, Kabarsebelas.com – Sapi ilegal yang hendak dipulangkan kembali ke Reok, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) malah terdampar di Pelabuhan Pasir Besi Oi Tui Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (15/02/2021) sore.

Informasi yang dihimpun Kabarsebelas.com bahwa Kapal tersebut rupanya ditahan dan diamankan oleh Anggota Polsek Wera dan KP3 Laut Polres Bima karena kedapatan membongkar Sapi Ilegal itu di Pelabuhan Pasir Besi Oi Tui Wera, padahal dalam Berita Acara penolakan Sapi tersebut harusnya dipulangkan ke Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai, tepatnya di Kedindi, Kelurahan Wangkung, bukan di Dermaga Oi Tui Wera.

Salah satu akun Facebook mengunggah video aktivitas pengamanan dengan caption “Puluhan ekor Sapi yang dilepas ke Manggarai Tengah kini ditangkap oleh Polsek Wera dan KP3 Laut Polres Bima Kota. Ditangkap saat dibongkar di Dermaga Pasir Besi Oi Tui Wera (15/02/2021). Saksikan videonya dan inilah hasil perjalanan “sakti).

Selain video, akun Facebook itu juga menyertakan foto Kapal pemuat Sapi ilegal dalam beranda Facebooknya dengan caption “Dikembalikan ke Daerah asalnya NTT (Reok) kok bisa terdampar (bongkar) di Dermaga Oi Tui Wera.. Kalau ini benar sepertinya ada yang kurang beres”

Mereka menduga ada permainan yang dilakukan oleh oknum pemilik Sapi Ilegal yang mau menyelamatkan diri, padahal jelas bahwa Sapi-sapi tersebut seharusnya dibawa pulang kembali ke Reok karena diduga telah menyalahi aturan.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa ada dua Kapal bermuatan Sapi ilegal dari Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT yang diamankan oleh TNI AL di Perairan Bonto Bima, NTB beberapa hari lalu.

Kapal bermuatan Sapi ilegal itu dipulangkan ke Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilayah Kerja Reok melalui Pelabuhan Kedindi, Kelurahan Wangkung karena berdasarkan Berita Acara dan Surat Perintah Penolakan dari Kementerian Pertanian/Badan Karantina Pertanian bahwa Sapi ilegal yang diamankan oleh TNI AL di Perairan Bonto Bima itu diduga sudah menyalahi aturan.

Pertama, Sapi yang dikirim tidak memiliki surat-surat jual beli yang sah.

Kedua, pengiriman Sapi-sapi tersebut tidak memiliki rekomendasi pelepasan dari Dinas terkait.

Ketiga, tidak memiliki bukti angkutan dari Daerah asal.

Keempat, dalam pengiriman tersebut terdapat Sapi-sapi betina yang masih produktif

Kelima, tidak disertai sertifikat kesehatan dan sertifikat sanitasi

Keenam, tidak dilengkapi dokumen karantina hewan

Ketujuh, persyaratan dokumen karantina hewan tidak dapat dipenuhi dalam kurun waktu yang ditetapkan

Kedelapan, pengiriman hewan tersebut berasal dari daerah yang endemis penyakit tertentu

Kesembilan, pengiriman hewan tersebut berasal dari daerah penyakit hewan tertentu

Kesepuluh, sanitasi tidak baik, kemasan juga tidak utuh, terjadi perubahan sifat, terkonfirmasi membahayakan kesehatan

informasi yang dihimpun kabarsebelas.com bahwa dua Kapal tersebut sebelumnya memuat Sapi sebanyak 92 ekor dan diamankan TNI AL di Perairan Bonto Bima pada waktu yang berbeda.

TNI AL awalnya mengamankan Kapal yang membawa 31 ekor Sapi pada Jumat (12/02/2021) sekitar Pukul 20.30 Wita. Setelah itu TNI AL mengamankan Kapal kedua yang membawa 61 ekor Sapi pada Sabtu (13/02/2021) sekitar Pukul 06.30 Wita.

Dari jumlah Sapi di Kapal pertama terdapat empat ekor Sapi jantan dan 27 ekor Sapi betina. Sedangkan pada Kapal kedua terdapat 21 ekor Sapi jantan dan 40 ekor Sapi betina

Informasi tambahan yang dihimpun kabarsebelas.com bahwa 92 ekor Sapi tersebut hendak dibawa ke tiga pemilik, yakni SS, BL dan BH yang berdomisili di Bima NTB.

*Keterangan Pihak Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilayah Kerja Reok*

Sementara itu Penanggung Jawab Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilayah Kerja Reok, Dokter Ferry Dwi Indranata saat ditemui kabarsebelas.com mengaku tidak mengetahui awal masuk dan keluarnya Sapi-sapi ilegal tersebut.

Ia mengatakan bahwa pengiriman Sapi ilegal tersebut tidak dilaporkan kepada petugas Karantina sebagai pintu masuk pelabuhan asal.

“Kami hanya terima informasi dari Bima bahwa ada pengiriman Sapi ilegal dari Manggarai. Kaget dengarnya” cetus Ferry.

Ferry juga mengaku bahwa fungsi pengawasan dan kewenangan Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilayah Kerja Reok hanya sebatas pada pintu pengeluaran yang telah ditetapkan, yakni pelabuhannya Kedindi. Selain itu bukan kewenangan Karantina.

Selain itu, kata Dia, pengiriman Sapi-sapi itu tidak disertai dokumen lengkap karena sama sekali tidak pernah diterima oleh Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilayah Kerja Reok. (Berto Davids)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed