by

CV Pengirim Sapi ke Bima Sudah Memiliki Dokumen Lengkap

Ruteng, Kabarsebelas.com – Pemilik CV Divani Jaya pengirim Sapi dari Manggarai NTT ke Bima yang sempat diamankan oleh TNI AL angkat bicara soal perizinan pengiriman sapi.

CV Divani Jaya yang berlokasi di Kampung Nanga Nae, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT, milik Adriani Silvina Bunga itu sudah mengantongi dokumen lengkap;

Pertama, CV tersebut mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Penanaman Modal, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja. SIUP itu bernomor 503/DPMKUT/909/SIUP/SK/VII/2019.

Kedua, CV tersebut mengantongi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) bernomor 24.05.5.46.00189 dan berlaku sampai dengan tahun 2024.

Ketiga, CV tersebut mengantongi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) bernomor 503/DPMKUT/908/SITU/VII/2019.

Keempat, CV tersebut memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.

Adriani Silvina Bunga selaku pemilik CV Divani Jaya yang ditemui Kabarsebelas.com Minggu (22/02/2021) malam mengaku bahwa pihaknya tidak pernah terlibat dalam pengiriman Sapi ilegal seperti yang diamankan oleh TNI AL di Perairan Bonto Bima beberapa waktu lalu.

Kata Andriani, perusahaannya selaku penyedia jasa tidak pernah terlibat dalam kegiatan pengiriman sapi yang diduga ilegal, sebab semuanya sudah mempunyai dokumen pengiriman yang lengkap dari Karantina yang dikeluarkan per tanggal 15 Januari 2021.

“CV hanya menerbitkan dokumen sesuai kuota yang ada. Kalau ada temuan ilegal berarti itu diluar sepengetahuan CV, sebab sapi-sapi yang hendak dikirim sudah melewati prosedur pengambilan sampel oleh karantina dan dokumen keabsahan sudah diserahkan ke juragan Kapal sebelum berangkat,”jelas Adriani.

Adriani berkata, terkait persoalan yang terjadi di Bima pihaknya tidak mengetahui itu, sebab dokumen pengirimannya sudah lengkap, yakni dokumen per tanggal 15 Januari 2021.

Terkait itu, katanya lagi, keberangkatan Kapal sempat tertunda karena cuaca ekstrem dan akhirnya ditunda ke Februari.

“Dokumen dari Karantina ada, hanya keberangkatan saja yang ditunda ke Februari. Waktu berangkat Kami masih gunakan dokumen itu ko. Terus letak ilegalnya dimana,”ungkap Adriani.

Ia menduga ada oknum yang sengaja memuat sapi di tengah jalan tanpa dokumen lengkap sehingga imbasnya ke perusahaan yang ia miliki.

“Saya menduga ada penambahan sapi di tengah jalan. Sapi yang ditambah itu tak memiliki dokumen lengkap, sebab kalau dari kami sudah lengkap bahkan sudah melewati prosedur kesehatan dari Karantina,”tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan soal dugaan Kampung Nanga Nae dijadikan Pelabuhan Tikus untuk mengirim Sapi ilegal. Menurutnya tempat pengiriman Sapi di Kampung Nanga Nae itu bukan untuk Pelabuhan Tikus tetapi tempat yang sudah ditetapkan sesui TDP.

“Tempat itu ada izinnya dan izinnya sudah masuk di TDP sehingga jangan lagi ada dugaan Pelabuhan Tikus,”ungkapnya.

Kedepan ia juga berencana akan menjadikan Kampung Nanga Nae sebagai Pelabuhan Rakyat untuk digunakan oleh perusahaan, supaya tak ada lagi yang menduga Pelabuhan Tikus.

“Saya sedang berusaha untuk jadikan tempat di Kampung Nanga Nae itu sebagai Pelabuhan Rakyat agar bisa dipakai secara bersama. Saya akan urus izinnya,”tegas Adriani.

Ia juga berharap agar pihak-pihak luar yang sedang menuding CV Divani Jaya, untuk melihat fakta yang jelas di lapangan, jangan asal menuding yang bukan-bukan.

“Mari belajar untuk melihat fakta secara keseluruhan bukan hanya melihat dugaan negatifnya saja sementara proses yang positif dari keberadaan perusahaan sudah kita lewati,”ungkapnya lagi.

Hal senada juga dikatakan Kordinator Lapangan CV Divani Jaya, Jamal.

Jamal mengatakan bahwa dirinya selaku petugas lapangan tidak pernah terlibat dalam pengiriman Sapi ilegal.

Ia mengaku bahwa pengiriman Sapi oleh CV Divani Jaya sudah sesuai kuota yang ditetapkan dan pengirimannya pun dilengkapi dokumen.

“Saya petugas lapangan tau persis Pak bahwa pengiriman sapinya sesuai kuota yang dilengkapi dokumen,”kata Jamal saat ditemui Kabarsebelas.com di kediamannya.

Jamal juga menduga ada oknum yang bermain di tengah jalan dengan menambahkan kuota hewan yang tak dilengkapi dokumen.

“Saya menduga ada orang yang sengaja menjatuhkan CV Divani Jaya” ujarnya.

Sementara itu Penanggung Jawab Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende Wilayah Kerja Reok, Dokter Ferry Dwi Indranata saat dikonfirmasi Kabarsebelas.com melalui pesan WhatsApp membenarkan bahwa memang ada dokumen yang diterbitkan oleh Karantina untuk CV Divani Jaya, yakni dokumen tanggal 15 Januari 2021. Tetapi penundaan keberangkatan Kapalnya tidak diberitahukan ke Kami.

“Betul, tgl 15 januari d buatkan surat karantina. Dan disitu tertulis 50 ekor sapi JANTAN tujuan bekasi. Dan masalah cuaca, tidak ada konfirmasi ke kami sampai detik ini dari pihak Divani jaya” tulis Ferry membalas pesan WhatsApp.

Dia juga membenarkan bahwa CV Divani Jaya sudah melewati beberapa prosedur pemeriksaan sampel hewan sebelum dikirim.

“Iya Kami juga sudah sering turun kesana untuk melakukan pemeriksaan hewan jika ada kuota yang masuk” katanya.(Berto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. The logistics is faster than expected, the replacement film is very good, the color matches the original hair very well, and it is not a wig if you wear it. It is very good, thank you the business, and I will recommend friends to come!

News Feed