by

Karantina Ende Tahan Puluhan Ton Komoditas Pertanian Ilegal

Ende, Kabarsebelas.com – Sepanjang tahun 2021 hingga bulan Februari, Badan Karantina Pertanian melalui Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah melakukan tindakan karantina penahanan terhadap puluhan ton komoditas pertanian ilegal.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Ende, Kostan Manalu kepada Wartawan, Rabu 24 Februari 2021 menjelaskan bahwa penahanan tersebut dilakukan sebanyak 12 kali (24/2). Satu penahanan dilakukan di Wilayah Kerja Pelabuhan Ende dan 11 penahanan lainnya dilakukan di Wilayah Kerja Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Dijelaskannya, komoditas pertanian yang ditahan tersebut yaitu dua ekor kucing, dua ekor possum layang (sugar glider), dua ekor burung love bird, satu ekor kelinci, dua ekor ayam kate, 13 ekor ayam bangkok, 60 ekor burung sikatan hitam ( _common blackbird_ ), 50 kg daging ayam beku serta 12 ton telur.

“Tindakan karantina penahanan terhadap komoditas hewan dan bahan asal hewan tersebut dikarenakan tidak dilengkapi dengan dokumen persyaratan” jelas Kostan.

Dari puluhan ekor hewan tersebut, tutur Kostan, beberapa merupakan hewan yang dilindungi sehingga setelah dilakukan penahanan terhadap possum layang, burung love bird, sikatan hitam, burung kacamata, dan ayam hutan hijau selanjutnya diserahkan ke pihak Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Manggarai Barat.

“Untuk komoditas lainnya yaitu ayam kate, ayam bangkok, kelinci, kucing, dan telur telah dilakukan penolakan setelah tiga hari kerja pemilik tidak dapat melengkapi dokumen persyaratan karantinanya” tutur Kostan.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mendukung upaya tersebut.

Menurut Jamil tindakan karantina tidak melihat jumlah komoditasnya, namun berfokus pada analisa resiko terhadap kemungkkinan masuk dan tersebarnya hama penyakit lewat media pembawa.

“Kalau impor sudah pasti, kita proteksi. Nah untuk antar pulaupun demikian, karena status hama dan penyakit setiap pulau berbeda, kita harus jaga bersama,” ujarnya.

Menurut Jamil, Dengan menjaga masuk dan tersebarnya hama penyakit baik dari luar negeri maupun antar pulau secara khusus dapat mengoptimalkan upaya pengembangan sumberdaya alam pertanian yang ada di daerah tersebut. Selain itu juga dapat mengembangkan komoditas yang memiliki potensi ekspor, seperti yang diperintahkan Menteri Pertanian. (Berto Davids)

Comment

Leave a Reply to vreyrolinomit Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed