by

Jalan, Lisdes dan Rutilahu yang Paling Menonjol Aspirasi Masyarakat Saat DPRD Jabar Lakukan Reses

Bandung, Kabarsebelas.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat banyak mendapat masukan aspirasi dari masyarakat pada saat reses II tahun sidang 2020-2021.

Aspirasi masyarakat yang paling banyak disampaikan yakni soal perbaikan jalan, lisdes, dan rutilahu. Semua itu disampaikan ketika 120 anggota DPRD Jabar melakukan Reses II Tahun Sidang 2020-2021.

Di tengah cengkeraman pandemi Covid-19 dan ketidakpastian masa depan, masyarakat ingin aspirasinya didengar oleh para wakil mereka di kursi DPRD. Suara hati dari sebagian besar warga inilah yang banyak masuk ke kursi DPRD Provinsi Jawa Barat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady mengatakan, reses adalah upaya untuk menyerap aspirasi warga, dan konstituen untuk mencaritahu, menelisik sekaligus segala sesuatu yang perlu diketahui warga.

Menurut Daddy, sebagai wakil rakyat, anggota dewan wajib menyuarakan kepentingan masyarakat yang diwakilinya. Hal itu menjadi bagian dari sumpah yang diucapkannya ketika dilantik.

“Maka, tidak salah jika masyarakat mempertimbangkan ‘perjuangan’ setiap anggota dewan ketika yang bersangkutan mencalonkan diri pada pilkada atau pemilu berikutnya,” kata Daddy di ruang kerja Komisi IV DPRD Jawa Barat Jalan Dipenogoro Kota Bandung, Jumat (12/3/2021).

Dalam reses, Daddy mengaku, ada beberapa sektor yang menjadi skala prioritas, terutama insfrastruktur jalan, listrik masuk desa (lisdes), dan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Daddy memaparkan, klasifikasi jalan diatur berdasarkan status dan kelas menurut Undang-Undang Republik Indonesia. Di antaranya melalui UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, sesuai dengan kewenangan/statusnya. Dalam statusnya, jalan umum dikelompokkan menjadi Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten, Jalan Kota, dan Jalan Desa.

“Tetapi masyarakat tidak mau tahu, mau jalan nasional, provinsi, atau jalan desa. Yang mereka inginkan bahwa jalan harus bagus,” tutur Daddy.

Dia mencontohkan, di beberapa wilayah tidak sedikit jalan yang rusak. Salah satu penyebabnya adalah angkutan hasil penambangan atau galian. Oleh karena itu, beberapa tahun ini Pemerintah merencanakan pembangunan jalan tambang. Namun, kata dia rencana tersebut belum terealisi hingga kini.

“Sebagai contoh adalah rencana pembangunan jalan tambang di daerah Parung Panjang. Sebelumnya sempat mencuat, panjang jalan tambang yang akan dibangun kurang lebih 19 kilometer. Namun, sampai saat ini belum terwujud,” katanya.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed