by

Pemenang Tender Proyek Laboratorium Unsika 2 Pernah Masuk Daftar Hitam LKPP

Karawang, Kabarsebelas.com – PT. Anugrah Bangun Kencana (ABK) pemenang tender pembangunan gedung sains laboratorium Unsika 2 pernah masuk daftar hitam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Kabar tersebut dibenarkan oleh Jaja Muhammad Zakaria, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

“Memang betul ABK itu pernah diblacklist pada tahun 2015. Namun hari ini ABK sudah melampirkan pernyataan bahwa sudah tidak lagi di blacklist. Dan kami pun sudah konfirmasi ke Pemerintah Kota Bandung , tidak ada blacklist ABK di tahun 2020,”kata Jaja saat itu.

Ia juga menegaskan, Unsika berhak menggugurkan jika memang perusahaan salah dan tidak bisa mengerjakan.

“salah satu yang disyaratkan itu adalah setiap perusahaan direkturnya membuat pernyataan bahwa perusahaannya tidak sedang dalam masalah hukum, keuangan atau sedang diblack list,” pungkasnya.

Diketahui, PT. ABK memenangkan lelang dengan nilai penawaran sebesar Rp. 76,5 miliar dari nilai pagu proyek Rp. 95,7 miliar.

Akan tetapi, Sejak  dikontraktualkan beberapa bulan lalu, proyek Gedung Sains Laboratorium Dasar Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) II, yang berlokasi di Jalan Lingkar Luar Tanjungpura, Karawang, Jawa Barat, sampai hari ini belum juga nampak adanya pengerjaan pembangunan.

Tidak terlihat aktivitas kesibukan pengerjaan di lokasi. Matrial bangunan pun, hanya besi saja yang bertumpuk diareal proyek.

Dan mirisnya, pihak Unsika justru menggelar kegiatan seremonial peletakan batu pertama yang saat itu dilakukan oleh Wakil Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dimana hadir pula Kapolres Karawang, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Ketua DPRD Karawang, serta Dirjen Sumber Daya Iptek Kemenristekdikti, termasuk Rektor Unsika sendiri beserta jajarannya dalam acara tersebut.

Tak heran jika kemudian hal ini memicu pertanyaan banyak pihak dan memunculkan banyak praduga. Bahkan santer kabar terdengar belum dilakukannya pekerjaan pembangunan karena kontraktor swasta asal Bandung sebagai pemenang tender tersebut diduga tidak punya modal alias bokek. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed