by

Miris Dunia Pendidikan di Karawang, Siswa Dilarang Ikut UAS Karena Belum Bayar SPP

Karawang, Kabarsebelas.com – Tegar Yanuar siswa kelas 3 SMK Industri Teknologi Nasional (Itenas) Pedes, Karawang tak bisa menahan sedih karena dilarang untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS).

Tegar tidak boleh ikut UAS karena dianggap masih memiliki tunggakan bayaran sekolah Iuran Pembinaan Pendidikan atau biasa disebut Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Hal itu disampaikan Dedeh (50) ibu kandung Tegar Yanuar, ia mencurahkan perasaan pilunya sebagai seorang ibu ketika melihat putra bungsunya dilarang untuk mengikuti UAS.

Kesedihannya semakin menjadi saat ia mengaku, mendapat kabar yang menyebutkan bahwa putra bungsunya itu terancam dikeluarkan atau di DO (Drop Out) dari sekolahnya.

Faktor kondisi ekonomi sebagai latar belakang kendalanya ini, Dedeh mengaku sudah tidak sanggup untuk melunasi seluruh tunggakan sekolah anaknya yang perkirakan mencapai Rp 4.525.000,-.

“Bukan saya tidak mau bayar iurannya Tegar, tapi apadaya dengan keadaan saya seperti ini. Jujur, saya tidak punya uang sebanyak itu,” ungkap Dedeh, Rabu (28/04/2021).

Dedeh yang tinggal di Desa Payungsari, Kecamaman Pedes, kesehariannya hanya mengandalkan hasil berdagang makanan anak-anak di warung yang ia bangun dengan peralatan dan perlengkapan seadanya di depan rumah, dirasa hanya cukup untuk memenuhi makan sehari-hari.

Sementara sejak Tegar duduk di bangku sekolah menengah pertama, kedua orangtuanya telah berpisah. Kini, wanita itu tengah berjuang bersama ke dua putranya untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Terkadang saat dagangannya sepi, ia kerap berharap mengandalkan hasil jerih payah putra pertamanya (Kakaknya Tegar, red) yang diketahui hanya seorang buruh serabutan yang tak menentu pekerjaan serta penghasilnnya itu.

Saat ini, keluarga Tegar hanya berharap akan hadirnya sebuah keajaiban sang maha kuasa untuk nasib putra bungsunya agar tidak dikeluarkan dari Sekolah. Kemudian anaknya diijinkan bisa mengikuti UAS di sekolahnya hingga dapat dinyatakan lulus dari SMK ITENAS Pedes.

“Kepada pihak sekolah, saya mohon bantuan keringanannya untuk anak saya. Tegar harus tetap bisa ikut ujian supaya lulus dan bisa mencari pekerjaan sebagai pegawai pabrik di Karawang. Masalah biaya, saya tetap mengusahakannya buat nyari dulu. Biarin ijazah di tahan sama pihak sekolah sebelum dia bisa melunasi iuran yang menunggak,” harapnya.

Kendati pada kesempatan itu, pelajar yang dilarang mengikuti UAS dan terancam di DO oleh sekolahnya. Sosok siswa tersebut sedang tidak berada di rumahnya, bahkan berada di sekolahnya pun tidak mungkin.
Kabarnya, siswa itu sedang berada di sekitaran Pasar Pedes. Siswa itu sesekali suka mengikuti jejak kakak kandungnya sebagai buruh harian lepas di sekitaran Pasar Pedes, Karawang.

Ditempat terpisah, sejumlah pengurus yayasan SMK ITENAS Pedes berkilah tidak akan mengeluarkan Tegar dengan alasan apapun. Hal itu juga ditegaskan kembali oleh Kepala SMK ITENAS Pedes. Secara singkat, pihaknya juga menjanjikan hal yang sama, yakni tidak akan memberhentikan Tegar.

“Silahkan saja ikut ujian. Paling tidak bantu sekolah berapa aja gitu supaya ada pemasukan. Teu kudu (tidak harus) lunas sebenernya mah. Sekolah juga tidak akan memberhentikan dan akan selalu membantu,” kata Ita Kepala SMK ITENAS Pedes.

“Manawi kitu ti media ngabantu sabaraha weh jeung ngabantu Tegar. (Barangkali dari media mau ngebantu berapa aja buat Tegar, membayar tunggakan IPP-nya, red). Itu akan lebih elok. Soalna piutang nateh lain ti kelas ieu hungkul tapi ti kelas satu pak. (Soalnya hutang-piutangnya itu bukan dari kelas ini saja, tapi dari kelas satu juga Pak). Nilai totalnya segitu. Hitungannya sudah tiga tahun, lamun sungguh-sungguh mah piraku teuing ti baheula (Hitungan tunggakannya sudah tiga tahun, kalau bersungguh-sungguh membayar atau mencicil tunggakan bayaran iuran sekolah mah, masa iya dari dulu),” cetusnya.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  1. Thank you for another informative web site. Where else could I get that kind of info written in such an ideal way? I’ve a project that I’m just now working on, and I’ve been on the look out for such information.

  2. Thailand travel news :

    Wat Phra That Doi Kong Mu
    The sacred temple of the people of Mae Hong Son province for a long time. Pay respect to Phra That Chedi. which has beautiful art as a chedi shaped in Mon uniform decorated with stucco patterns It has a three-tiered octagonal base. The lower base area is decorated with amulet arches in all eight directions. From Wat Phra That Doi Kong Mu, you can see the landscape. and the condition of the city of Mae Hong Son clearly and beautiful You can also sit and chill at a coffee shop before the sun goes down on the mountain-fronted landscape. There is a balcony overlooking the view of the verdant mountain range, especially in the evening when the sun’s rays will fall on the corner of the mountain, as the name suggests.
    More information Wat Phra That Doi Kong Mu

    Rufee

News Feed