by

Polisi Amankan Provokator di Tengah Kemacetan Pemudik

Karawang, Kabarsebelas.com – Polisi kembali mengamankan dua provakotor di tengah kemacetan arus mudik di Pos Sekat Tanjungpura Karawang, Jawa Barat. Setelah dilakukan pemeriksaan, salah satu dari mereka, dinyatakan positif sebagai penguna narkotika.

Kali ini, dua provokator tersebut diamankan Tim Resmob Anaconda Satreskrim Polres Karawang yang turut diterjunkan jajaran Polres Karawang guna mengantisipasi tindakan-tindakan yang berupaya memecah belah atau memprovokasi para pemudik dengaan pihak kepolisian.

“Orang pertama yang diamankan merupakan pemudik. Dia mengarahkan pemudik untuk melawan arus,” ungkap Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra melalui Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana kepada wartawan di Pos Sekat Tanjungpura Karawang, Selasa (11/05/2021).

Oliestha mengatakan, kepolisian melihat gelagat mencurigakan dari pemudik itu. Salah satunya yakni mata si pemudik tersebut tidak fokus. Polisi kemudian membawanya ke Mapolres Karawang untuk dites urine.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kata Oliestha, seorang pemudik yang hendak mudik ke Kabupaten Purwakarta tersebut, positif sebagai pengguna narkotika. “Saat dilakukan tes urine, dia ternyata positif narkoba jenis sabu,” terang Oliesha.

Selain pemudik, kata Oliestha, polisi juga mengamankan seorang warga sekitar yang juga ikut menjadi provokator ditengah ribuan pemudik roda dua yang sempat berhenti sebelum memasuki Pos Sekat Tanjungpura Karawang lantaran khawatir akan di putar arah oleh petugas.

Awalnya, beber Oliestha menceritakan, warga tersebut meminta uang kepada pemudik sebesar Rp 10.000 agar bisa melawan arus dan menerobos posko penyekatan di Pos Sekat Tanjungpura Karawang.

“Awalnya warga tersebut meminta imbalan uang sebesar Rp 10 ribu kepada pemudik, agar bisa melawan arus. Warga itu juga teriak-teriak serang petugas – serang petugas, saat diamankan sama anggota berpakaian preman (Resmob Anaconda Satreskrim Polres Karawang, red),” terangnya.

Saat petugas mengamankannya, kata Oliestha, warga itu terus melakukan upaya provokasi dengan cara berteriak dan mengajak pemudik untuk menyerang petugas. Bahkan, warga tersebut juga menendang salah satu anggota di Tim Anti Bandit Resmob Anaconda Polres Karawang.

“Sewaktu diamankan itu, dia teriak sambil memeluk pemudik di sekitarnya dan menyuruh para pemudik buat nyerang petugas. Tadi anggota saya juga, sempat ditendang sama dia,” jelas Oliestha.

Beruntung, pada kejadian tersebut, tak ada pemudik yang terprovokasi dengan apa yang diucapkan oleh seoraang warga tersebut.
“Alhamdulillah pas kita amankan dan dia teriak-teriak ke pemudik suruh menyerang kami, pemudik tidak ada yang mau,” pungkas Oliestha.

Diketahui, guna mengantisipasi lonjakan pemudik pada puncak arus mudik, petugas gabungan terus pertebal pos penyekatan di jalur perbatasan Karawang dan Bekasi.
Penebalan ini dilakukan untuk antisipasi terhadap para pemudik yang nekat untuk membobol pos penyekatan.

Hingga kini, dari informasi yang dihimpun, polisi sudah memutar balikan pemudik sebanyak 63 ribu pemudik yang melintas di wilayah Jawa Barat. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. Absolutely written subject material, thank you for entropy. “The bravest thing you can do when you are not brave is to profess courage and act accordingly.” by Corra Harris.

  2. You really make it seem so easy together with your presentation however I find this matter to be actually something that I believe I’d never understand. It seems too complicated and very vast for me. I’m taking a look ahead in your subsequent post, I?¦ll try to get the cling of it!

News Feed